Sunday, 19 November 2017

Injil Markus

Injil Markus
A.    Identifikasi Pelayanan Yesus di Galilea-Yerusalem dan Alasan Pelayanan-Nya 
Injil Markus menceritakan pelayanan Yesus dari desa ke desa. Yesus memulai pelayanan-Nya ketika Dia telah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis disungai Yordan (Markus 1:9). Kemudian dengan pimpinan Roh, Dia dibawa ke padang gurun selama empat puluh hari lamanya, dan dicobai oleh Iblis. Namun, kepercayaan Yesus tetap teguh (Markus 1:12-13). Kemudian Yesus memulai pengajaran-Nya dari desa ke desa:
1.      Galilea (Markus 1:14-20)
Ketika menyusuri danau Galilea Yesus berjumpa Simon dan saudaranya Andreas(Mat 4:12-22 ; Luk 4:14-15, 5:1-11).
2.      Kapernaum (Markus 1:21-28)
Yesus mengajar di rumah ibadat dan menyadarkan orang yang kerasukan (Luk 4:31-37).
3.      Galilea (Markus 1:29-45)
Yesus menyembuhkan ibu Simon yang sakit dan orang banyak. Kemudian pada pagi hari Yesus pergi ke tempat sunyi dan berdoa, kemudian Yesus berangkat ke seluruh desa-desa di Galilea (Mat 8:14-17 ; Luk 4:38-41).
4.      Kapernaum (Markus 2:1-12)
Yesus mengajar orang-orang yang datang. Kemudian menyembuhkan seorang lumpuh di hadapan para ahli Taurat (Mat 9:1-8 ; Luk 5:17-26).
5.      Pantai Danau (Markus 2:13-22)
Yesus mengajar dan berjumpa dengan Lewi, anak Alfeus, dan makan bersama dengan banyak orang berdosa (Mat 9:9-13 ; Luk 5:27-32).
6.      Ladang Gandum (Markus 2:23-28)
Yesus berdebat dengan orang Farisi (Mat 12:1-8 ; Luk 6:1-5).
7.      Rumah Ibadat (Markus 3:1-6)
Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, kemudian orang Farisi dan Herodian bersepakat untuk membunuh Yesus (Mat 12:9-14 ; Luk 6:6-11).
8.      Danau (Markus 3:7-12)
Orang-orang dari Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea, Yordan, Tirus, dan Sidon datang menghampiri Yesus, begitu juga dengan orang sakit.
9.      Bukit di Galilea (Markus 3:13-19)
Yesus memilih Simon Petrus, Yakobus anak Zebedeus, Yohanes saudara Yakobus, Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot menjadi muridNya (Mat 10:1-4 ; Luk 6:12-16).
10.  Galilea (Markus 3:20-35)
Yesus mengajar orang-orang, namun Ia difitnah para ahli Taurat. Pada saat itu Ibu dan Saudara-saudara Yesus datang menghampiriNya (Mat 12:22-32 ; Luk 11:14-23).
11.  Tepi Danau (Markus 4:1-41)
Yesus mengajar orang banyak dan Yesus meredakan badai dan ombak (Mat 13:1-23, 31-35, 8:23-27 ; Luk 8:4-18, 13:18-19, 22-25).
12.  Daerah Orang Gerasa (Markus 5:1-20)
Yesus menyadarkan orang yang kerasukan Legion dan memerintahakan iblis-iblis tersebut ke ternak babi (Mat 8:28-34 ; Luk 8:26-39).
13.  Tepi Danau (Markus 5:21-43)
Yesus menyembuhkan anak Yairus seorang kepala rumah ibadat, dan melalui jubahNya ada seorang perempuan tersembuhkan (Mat 9:18-26 ; Luk 8:40-56).
14.  Nazaret (Markus 6:1-44)
Yesus mengajar di rumah ibadat dan jemaat (Mat 13:53-58, 10:5-15, 14:1-12, ; Luk 4:16-30, 9:1-17 ; Yoh 6:1-13).
15.  Betsaida (Markus 6:45-52)
Yesus berjalan di atas air dan memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan (Mat 14:22-33 ; Yoh 6:16-21).
16.  Genesaret (Markus 6:53-7:23)
Yesus menyembuhkan orang banyak dan Yesus berdebat dengan orang Farisi dan ahli Taurat (Mat 14:34-36, 15:1-20).
17.  Tirus (Markus 7:24-30)
Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan (Mat 15:21-28).
18.  Dekapolis (Markus 7:31-8:9)
Yesus menyembuhkan seorang tuli dan gagap dan memberi makan 4000 orang dengan 7 roti dan beberapa ikan (Mat 15:32-39).
19.  Dalmanuta (Markus 8:10-21)
Yesus berdebat dengan orang Farisi dan mengajar orang-orang (Mat 16:1-12).
20.  Betsaida (Markus 8:22-26)
Yesus menyembuhkan orang buta.
21.  Kaisarea Filipi (Markus 8:27-9:29)
Yesus mengajar murid-muridNya. Kemudian Petrus, Yakobus dan Yohanes menyaksikan Yesus bertemu dengan Musa dan Elia, dan mendengar suara Allah (Mat 16:13-28, 17:1-21 ; Luk 9:22-43).
22.  Kapernaum (Markus 9:33-50)
Yesus mengajari murid-muridNya (Mat 18:1-9, Luk 9:46-50, 17:1-2).
23.  Yudea dan Sungai Yordan (Markus 10:1-45)
Yesus mengajar banyak orang dan bertanya jawab dengan muridNya selama perjalanan (Mat 19:1-9, 13-30, 20:20-28 ; Luk 18:15-34).
24.  Yerikho (Markus 10:46-52)
Yesus menyembuhkan seorang buta Bartimeus, anak Timeus (Mat 20:29-34 ; Luk 18:35-43).
25.  Betfage dan Betania (Markus 11:1-14)
Dua orang murid mengambil keledai yang diperintah Yesus. Kemudian Yesus mengajar di Yerusalem dan kembali ke Betania yang dalam perjalanan Yesus mengutuk pohon ara (Mat 21:1-9, 18-19 ; Luk 19:28-38 ; Yoh 12:12-15).
26.  Yerusalem (Markus 11:15-13:2)
Yesus mengusir orang-orang yang sedang berjual beli di halaman Bait Allah. Kemudian Yesus mengajar dan bertemu dengan para ahli Taurat, imam-imam kepala dan tua-tua. Yesus berdebat dengan orang Farisi dan Herodian, dan juga dengan beberapa orang Saduki. Dan memuji persembahan seorang janda (Mat 21:12-13, 20-46, 22:15-46, 23:5-7 ; Luk 19:45-48, 20:1-47, 10:25-28, 21:1-6 ; Yoh 2:13-16).
27.  Bukit Zaitun (Markus 13:3-37)
Yesus mengajar murid-muridNya (Mat 24:3-36 ; Luk 21:7-33).
28.  Betania (Markus 14:3-25)
Yesus didatangi seorang wanita yang membawa suatu buli-buli pualam yang berisi minyak dan meminyaki kepalaNya. Kemudian Yudas mengkhianati Yesus dan mengadakan perjamuan malam (Mat 26:6-13, 17-29 ; Luk 22:7-14, 21-23, 22:15-20 ; Yoh 12:1-8, 13:21-30 ; 1Kor 11:23-25).
29.  Bukit Zaitun (Markus 14:26-31)
Yesus mengajar murid-muridNya (Mat 26:30-35 ; Luk 22:31-34 ; Yoh 13:36-38).
30.  Getsemani (Markus 14:32-52)
Yesus berdoa dan menasehati para murid. Yesus ditangkap dan menyembuhkan telinga seorang hamba. Para murid pergi melarikan diri (Mat 26:36-56 ; Luk 22:39-53 ; Yoh 18:1-11).
Yesus dibawa ke Mahkamah Agama menghadap Imam Besar dan Petrus mengikuti dari belakang, dan ketika Petrus bertemu dengan seorang hamba perempuan Imam Besar dan orang-orang yang berada di situ dia menyangkal Yesus hingga tiga kali (Markus 14:53-72). Kemudian Yesus menghadap Pilatus, dan banyak orang yang mengatakan agar Yesus ditukar dengan Barabas dan disalibkan, kemudian Yesus diolok-olok dan disalibkan. Yesus mati dan dikuburkan ke sebuah bukit batu (Markus 15:1-47). Pada hari yang ke-tiga Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada murid-muridNya (Markus 16:1-20) bandingkan dengan Matius 27:1-61, 28:1-10 ; Lukas 22:47-62, 23:1-56, 24:1-12 ; Yohanes 18:1-19:42, 20:1-10.
Injil Markus menceritakan Yesus sebagai seorang yang bergerak dari desa ke desa, karena di desa Yesus dapat bergerak lebih bebas dan pada umumnya di desa-desa jauh lebih banyak orang yang miskin, tertindas, dan sesat. Sehingga dapat dikatakan bahwa di desa banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, Yesus sebagai penyelamat manusia, memberitakan injil dan melayani ke desa-desa dimana banyak orang yang lebih membutuhkan-Nya karena Yesus datang bukan untuk orang yang sudah percaya kepada Allah Bapa yang di surga.



B.     Yesus Menurut Injil Markus
Markus menceritakan pelayanan Yesus dengan murid-muridNya yang bergerak dari desa ke desa di Galilea-menuju Yerusalem, dan banyak yang telah dilakukan Yesus selama perjalanan dalam memberitakan injil Allah. Mukjizat yang dibuat-Nya membuat orang semakin percaya bahwa Yesus memanglah Anak Allah yang diutus ke dunia ini, seperti yang telah dijanjikan-Nya dan dinubuatkan para nabi-nabi sebelumnya.
Dari semua pelayanan dan perbuatan-perbuatan yang dilakukan Yesus menurut Injil Markus dapat dikatakan bahwa Yesus adalah seorang:
a.       Ahli Sihir
Yesus dapat dikatakan sebagai ahli sihir karena Dia banyak melakukan mukjizat, seperti angin ribut yang diredakan oleh Yesus ketika mereka sedang berlayar di danau (Markus 4:37-39), jubah Yesus dapat menyembuhkan seorang wanita yang telah sakit selama 12 tahun (Markus 5:25-29), dan Yesus mengutuk pohon Ara (Markus 11:12-14) dan bahkan Yesus telah dua kali memberikan ribuan orang makan hanya dengan beberapa roti dan ikan (Markus 6:30-44; 8:1-10).
b.      Tabib
Dalam pelayanan Yesus banyak orang yang telah disembuhkan-Nya. Yesus melakukan hal tersebut karena kasih dan agar orang percaya kepada Tuhan, Bapa-Nya. Dalam Injil Markus menceritakan bahwa Yesus adalah seoarang tabib juga, karena dalam kitab ini diceritakan penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan Yesus, seperti Ibu Simon yang disembuhkan-Nya (Markus 1:30-31), Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Markus 3:1-6), anak Yairus seorang kepala rumah ibadat disembuhkan Yesus dari sakit yang hampir membunuhnya (Markus 5:35-42), dan Yesus menyembuhkan Bartimeus seorang buta (Markus 10:46-52).
c.       Rabbi/Guru
Dalam setiap perjalanan yang dilakukan Yesus, Dia selalu memberitakn injil Tuhan seperti di Kapernaum (Markus 2:1-2), di tepi danau Galilea (Markus 4:1), di Yerusalem (Markus 12) dan bukan hanya bagi orang lain saja Yesus mengajarkan tentang kerajaan Allah, tetapi pada murid-muridNya juga (Markus 13).
d.      Peramal/Nabi
Berdasarkan Injil Markus, Yesus dapat juga dikatakan sebagai peramal atau nabi karena Dia tahu apa yang akan terjadi di masa depan seperti yang dilakukan oleh Yudas Iskariot, dimana Yesus mengetahui bahwa Yudas akan mengkhianati dan menjualNya (Markus 14:17-18), dan Yesus juga menubuatkan bahwa Petrus akan menyangkalNya sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok (Markus 14:26-31).
e.       Pengusir Setan
Yesus juga dapat dikatakan sebagai pengusir setan, karena dalam perjalanan-Nya sudah banyak orang yang kerasukan disadarkan oleh Yesus (Markus 1:23-27; 5:1-10; 7:25-30).





















Peta

Injil Lukas



Injil Lukas
A.    Identifikasi Tempat-tempat Dimana Yesus Diperkenalkan Sebagai Seseorang yang Datang untuk Membebaskan Orang Miskin dan Tertindas
Injil Lukas menceritakan mulai dari janji Allah akan kelahiran Yohanes dan Lukas yang disampaikan melalui malaikat-malaikatNya hingga pada pelayanan dan kebangkitan Yesus. Dalam kitab ini menceritakan bagaimana perjalanan pelayanan Yesus yang bergerak dari desa ke desa, dimana Yesus mengajar banyak hal dan juga menyembuhkan banyak orang yang membutuhkan-Nya.
Isi Injil Lukas tidak jauh berbeda dengan kitab Injil Matius dan Markus, sehingga ada beberapa bagian yang memiliki ayat yang paralel dengan Matius dan Markus. Namun bukan berarti Lukas menuliskan kitab ini dengan tidak menambahi apapun, dalam kitab ini Lukas menuliskan beberapa bagian yang menunjukkan Yesus sebagai seseorang yang datang untuk membebaskan orang-orang tertindas dan orang-orang miskin dan juga mengatakan bahwa jelas ada perbedaan anatar orang kaya (penindas) dan orang miskin (tertindas)  dalam hal upah kerajaan Allah yang telah dijanjikan.
Oleh karena itu injil Lukas menceritakan Yesus sebagai seorang yang bergerak untuk membela orang yang tertindas, seperti:

1.      Nazaret (Lukas 4:18)
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku”(Mat 13:53-58 ; Mrk 6:1-6).

2.      Khotbah di Bukit (Lukas 6:20)
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah” (Mat 5:1-12).

3.      Yerusalem (Lukas 14:12-14)
Pada bagian ini Yesus mengatakan bahwa “Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanlah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta” (Lukas 14:13) karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya seperti orang kaya yang akan membalas undangan jamuan makan tersebut dengan hal yang sama, tetapi pada hari kebangkitan orang-orang benar mereka yang mengundang orang-orang miskin dan cacat akan mendapat balasan yang jauh lebih berharga dan indah dari Allah Bapa-Nya.

4.      Bait Allah  (Lukas 16:19-31)
Dalam bagian ini Yesus menceritakan seorang yang kaya dan Lazarus yang miskin, dimana dalam kehidupan orang kaya tersebut selalu bermewah-mewah dan berpesta sementara masih ada orang yang lebih membutuhkan bantuannya, seperti halnya Lazarus yang miskin, yang untuk makan saja ia harus menunggu makanan yang jatuh dari atas meja orang kaya itu. Ketika Lazarus mati, ia dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham dan merasakan kebahagiaan. Namun ketika si orang kaya mati, ia malah menderita sengsara di alam maut.

5.      Daerah Yudea, seberang sungai Yordan (Lukas 18:18-27)
Yesus mengatakan sangat sukar bagi orang kaya untuk masuk kerajaan Allah, karena dalam bagian ini ada seorang yang kaya ingin mengikut Yesus, namun ketika Yesus mengatakan untuk menjual seluruh hartanya, orang kaya tersebut hatinya menjadi sedih sebab is sangat kaya (Mat 19:16-26 ; Mrk 10:17:27).

6.      Di bukit Zaitun (Lukas 12:58)
Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara (Mat 5:25-26).

7.      Di Bait Allah (Lukas 21:1-4)
Yesus melihat seorang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan dan seorang janda miskin yang memasukkan dua peser ke dalam peti tersebut, namun Yesus mengatakan bahwa persembahan janda miskin tersebut jauh lebih mulia dibandingkan orang kaya tersebut karena si janda memberikan semua apa yang dimilikinya dan dia memberikan dari kekurangannya bukan dari kelebihannya seperti orang-orang kaya tersebut (Mrk 12:41-44)

B.     Alasan Mengapa Lukas Memperkenalkan Yesus Sebagai Pembebas
Dalam tulisan Lukas ini banyak bagian yang sama dengan tulisan Matius dan Markus. Jadi ada kemungkinan bahwa Lukas memakai kitab injil lainnya dalam penulisan kitab injil ini karena berdasarkan tahun penulisan bahwa Injil Lukas adalah tulisan termuda dibandingkan ke-empat injil lainnya. Namun dalam kitab ini ada beberapa bagian yang ditambahi oleh Lukas yang tidak ada dalam kitab injil lainnya, seperti dalam Injil Lukas pasal 12:13-21 ; 13:1-17,22-30 ; 14:1-14,25-35 ; 15:8-32 ; 16:1-30 ; 17:1-19 ; 18:1-14 ; 19:1-10. Semua bagian yang ditambah oleh Lukas pada umumnya menceritakan bahwa orang kaya sulit untuk memasuki kerajaan Allah dan pembebasan Yesus terhadap orang-orang tertindas dan terisolisir.
Tulisan Lukas ditujukan kepada Teofilus, dimana dalam Lukas 1:1a dikatakan “Teofilus yang mulia” yang berarti bahwa Teofilus adalah orang yang terpandang dan mungkin dari golongan orang kaya sehingga Lukas menggunakan kata “yang mulia”. Bisa jadi Lukas menuliskan kitab ini bertujuan agar mereka tahu penderitaan orang-orang miskin dan orang-orang tertindas lainnya yang pada umumnya dilakukan oleh golongan orang kaya atau terpandang. Seperti dalam sejarah Judaism bahwa pada masa itu adalah masa dimana orang-orang miskin dan cacat dianggap hina dan terjadi penindasan-penindasan yang membuat orang-orang miskin tersebut sangat menderita. Mungkin Lukas menuliskan ini karena dia merasa kasihan terhadapa mereka yang tertindas dan ingin mengubah hal sehingga surat tersebut ditujukan kepada Teofilus supaya dia dapat mengubahnya karena Teofilus memiliki kekuasaan dan mungkin dia adalah orang yang terpandang. Tetapi tidak menutup kemungkinan bila Lukas menulis kitab ini karena dia adalah salah satu dari mereka yang tertindas sehingga untuk menyatakan kepedihannya, Lukas menuliskan hal tersebut agar semua orang tahu dan mau membantu mereka.


STUDI PERBANDINGAN AJARAN PARMALIN DAN KRISTEN



STUDI PERBANDINGAN AJARAN
PARMALIN DAN  KRISTEN

1.      Tuhan
Bagi ajaran agama Kristen, konsep akan Tuhan dirumuskan dalam bentuk Trinitatis. Menurut Agustinus, apa yang disebut tiga pribadi bukanlah sesuatu yang berbedaa, masing-masing dalam diri mereka sendiri. Mereka hanya berbeda dalam hubungan mereka satu terhadap yang lain dan terhadap dunia. Sementara segala sifat yang mutlak seperti kesempurnaan, kebaikan dan kemahakuasaan hanya termasuk dalam Trinitatis dalam kesatuaannya, maka terminologi relatiomengacupada kehidupan Allah yang bersifat batiniah dan juga pada dunia yang diciptakan.[1]
Agama Parmalim ini merupakan sebuah kepercayaan ‘Terhadap Tuhan Yang Maha Esa’ yang tumbuh dan berkembang di Sumatera Utara sejak dahulukala. “Tuhan Debata Mulajadi Nabolon” adalah pencipta manusia, langit, bumi dan segala isi alam semesta yang disembah oleh “Umat Ugamo Malim” (“Parmalim”).
Awalnya, Parmalim adalah gerakan spiritual untuk mempertahankan adat istiadat dan kepercayaan kuno yang terancam disebabkan agama baru yang dibawa oleh Belanda. Gerakan ini lalu menyebar ke tanah Batak menjadi gerakan politik atau ‘Parhudamdam’ yang menyatukan orang Batak menentang Belanda. Gerakan itu muncul sekitar tahun 1883 atau tujuh tahun sebelum kematian Sisingamangaraja XII, dengan pelopornya Guru Somalaing Pardede.[2] 
Masuknya tatanan baru seiring dengan menyusupnya “kepercayaan baru” yang meninggalkan “Mulajadi Nabolon”. Sebelum agama Islam dan Kristen datang ke tanah Batak, orang batak mempercayai Tuhan adalah Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu orang Batak juga dapat dikatakan masih dalam keadaan tidak beragam (pagan). Paganisme adalah campuran kepercayaan agama kepada Debata, dalam paganisme orang Batak, Mulajadi Nabolon tidak ada yang bermula dari padaNya, Mulajadi Nabolon tidak kawin dan tidak beranak. Selain Mulajadi Nabolon orang batak juga mempercayai tiga Debata yang diambil dari Trimurti Hindu : 1. Batara Guru, 2. Soripada, 3. Mangalabulan. Selain Mulajadi Nabolon orang batak mempercayai kuasa-kuasa alam dalam paganisme batak, yaitu : Boraspati Di Tano dan Boru Saniangnaga, yang kedua-duanya dianggap sebagai dewa yang berkuasa dibanua tonga. Debata-debata ini disembah dalam setiap bius dan setiap bius mempunyai pemimpin yang dipilih oleh raja-raja Horja.

2.      Alam Semesta
Kisah penciptaan di dalam Kita Kejadian merupakan konsep asasi mengenai hakikat alam semesta, manusia dan Tuhan. Alam tidak dipahami sebagai makhluk yang memiliki daya magis dan kekekuatan-kekuatan yang tidak terkontrol manusia Alam semesta yang terhisab dalam kuasa dan kehendak Tuhan, sebab alam asemesta adalah ciptaan Tuhan. Manusia memiliki kebebasan dan kemandiriannya untuk mengelolah alam dan tanggungjawab terhadap kesinambungan alam semesta.[3]
Sementara bagi Agama Parmalim, Penciptaan menurut parmalim dimulai dari para dewa serta roh-roh yang tidak terhitung jumlah ada dalam banua ginjang lalu debata berkeinginan menjodohkan dengan raja Odap-odap agar meramaikan banua ginjang. Namun Deakparujar menolak serta mengulur waktu. Melihat kelakuan Dewak Parujar debata marah kepadanya dengan berkata karena menurut mitologi Deakparujar belum menyelesaikan menenun ulosnya karena sikapnya yang berleha-leha itu. Oleh karena itu debata marah dan berkata “ambillah tongkatku yang besar itu dan kaitkanlah di dekat alat tenunmu”. Lalu Deakparujar melakukannya namun tongkat dan alat tenun itu jatuh  di ruang yang kosong dan Deakparujar mengikatkan roda gulungan benang pada tongkat itu namun benang itu semakin berlepasan, berserakan  dan jatuh. Deakparujar berusaha turun dan memegang benang itu sehingga sampai ke pangkal tongkat yang tertancap di dalam air. Deakparujar merenungkan kesalahannya lalu debata menyuruh Sileangleangmandi untuk menjemput Deakparujar agar kembali ke banua ginjang. Namun Deakparujar menolak untuk kembali ke banua ginjang. Dia memohon agar debata memberikan segenggam tanah agar diciptakannya untuk tempat tinggalnya. Lalu debata mengabulkannya dan Deakparujar menciptakkan tanah itu di atas air.
Untuk kedua kalinya debata mengutus Sileangleangmandi untuk menjemput deakparujar namun dia tidak mau, lalu debata mengutus Nagapadohaniaji untuk menghancurkan bumi ciptaan Deakparujar dan bumi itupun hancur. Lalu Deakparujar memohon agar debata memberikan tanah yang kedua untuk memperbaiki tanah yang rusak sekaligus menciptakan bumi yang baru. Namun Nagapadohaniaji kembali mengguncang ciptaan Deakparujar dan inilah yang disebut lalo. Karena peristiwa itu Deakparujar memohon agar diberikan segulung sirih masak (benang yang menyerupai dan segenggam tanah lagi). Lalu Deakparujar memakannya dan dia bertambah cantik. Lalu Nagapadohaniaji memohon agar Deakparujar mau kawin dengannya, namun Deakparujar menyuruh agar Nagapadohaniaji dipasung dan setelah dipasung dia menciptakan tanah untuk yang ketiga kalinya. Akhirnya tanah itu semakin luas dan menutupi Deakparujar sampai tidak terlihat oleh Nagapadohaniaji. Nagapadohaniaji berusaha melepaskan diri dari pasungan itu tetapi tidak berhasil. Deakparujar terus mencipta tanah sehingga Nagapadohaniaji semakin tertimbun oleh tanah itu dan tanah inilah yang kemudian disebut banua tonga atau bumi. Bagi agama malim cerita penciptaan tanah ini sebagai simbol yang menggambarkan bahwa diatas bumi inilah awal kehidupan manusia sekaligus tempat mengabdi kepada debata sebelum kembali kepada asalnya. Manusialah yang mengelola bumi untuk kehidupannya.[4]
Setelah debata melihat tanah yang diciptakan Deakparujar itu indah dan luas maka debata kembali menyuruh Raja Odap-odap untuk menemani Deakparujar karena debata melihat betapa sepinya Deakparujar di tanah yang luas itu. Raja Odap-Odap mengiakan dan dia pergi ke bumi namun Deakparujar tidak memberikan respon sehingga debata marah dan mengirim suruhan untuk menjemput dia kembali ke banua ginjang kalau tidak biarlah dia sendirian di bumi mendengar itu sedihlah hati Deakparujar dan dia meminta agar suruhan itu kembali dan meminta agar debata turun untuk memberkati Deakparujar dengan Raja Odap-Odap, tetapi debata tidak mengabulkan permintaan itu. Debata berpesan biarlah mereka yang memberkati diri mereka sendiri dan oleh karena itu dia akan mendapat hukuman dalam perjalanan hidupnya dia harus berkeringat mencari makan. Akhirnya mereka menikah tanpa diberkati debata. Beberapa bulan kemudian Deakparujar melahirkan tetapi tidak layaknya seorang manusia tetapi berbentuk benda gumul atau ketuban yang masih terbungkus. Deakparujar sangat takut dengan bayinya sehingga dia memohon kepada debata supaya dia yang mengasuh bayinya tetapi debata berkata tidak usah takut dengan itu, tetapi tanamlah bayi itu di tanah yang kau ciptakan supaya ada sanggul-sangulnya. Deakparujar mengikuti dan setelah 7 hari pecahlah bayi yang tidak sempurna itu dan bersamaan dengan itu tumbuhlah dengan semacam tumbuh-tumbuhan dan rumput sebagai sangul-sanggul di tanah yang diciptakan Deakparujar. Kemudian Deakparujar mengandung dan melahirkan anak kembar satu laki-laki (Raja Ihat Manisia) dan perempuan (Boru Ihat Manisia). Setelah mereka besar debata Mulajadi Nabolon bersama Bataraguru, Sorisohaliapan, dan Bala Bulan datang ke bumi dan pada saat itu Raja Ihot dan Boru Ihot diberkati mula jadi nabolon menjadi suami-istri. Debata memberi pesan kepada mereka “na jadi dohot na so jadi” artinya apa yang harus dilakukan dan tidak bisa dilakukan.[5]
Debata memberi pesan kepada mereka berdua sebagai berikut: Yang harus dilakukan “untuk menjaga hubungan yang baik antara banua ginjang dengan banua tonga maka mereka harus memberikan sesaji dan sesaji ini harus bersih dan suci”. Yang tidak bisa dilakukan “ tidak boleh memakan darah hewan karena darah itu adalah bagian untuk Nagapadohaniaji, tidak boleh makan daging babi, dan bangkai”. Setelah debata selesai memberikan semua perintah itu, debata bersama Debata Natolu dan juga Deakparujar serta raja Odap-odap kembali ke banua ginjang. Raja Odap-odap ditempatkan di matahari dan ini sangat sesuai dengan watak seorang ayah yang keras. Deakparujar ditempatkan dibulan dan sesuai dengan sifat seorang ibu yang lembut dan hingga kini bagi agama malim diyakini bahwa Deakparujar masih berada dibulan sebagai ibu Panorha (ibu yang bertenun).[6]

3.      Keselamatan, Surga dan Neraka
Kehidupan Kristen punya konsep kehidupan setelah kematian. Kebangkitan pada hari Tuhan, pengadilan terakhir, berkumpul bersama Allah di Kerajaan Surga, dan neraka bagi orang berdosa adalah konsep kehidupan setelah kematian menurut agama Kristen. Untuk memperoleh keselamatan dan beroleh hidup yang kekal, sangat mutlak orang harus percaya kepada Tuhan Yesus.[7]
Bagi Parmalim, orang Batak pada mulanya belum mengenal nama dan istilah “dewa-dewa”. Kepercayaan orang Batak dahulu (kuno) adalah kepercayaan kepada arwah leluhur serta kepercayaan kepada benda-benda mati. Benda-benda mati dipercayai memiliki tondi (roh) misalnya: gunung, pohon, batu, dll yang kalau dianggap keramat dijadikan tempat yang sakral (tempat sembahan).
Orang Batak percaya kepada arwah leluhur yang dapat menyebabkan beberapa penyakit atau malapetaka kepada manusia. Penghormatan dan penyembahan dilakukan kepada arwah leluhur akan mendatangkan keselamatan, kesejahteraan bagi orang tersebut maupun pada keturunan. Kuasa-kuasa inilah yang paling ditakuti dalam kehidupan orang Batak di dunia ini dan yang sangat dekat sekali dengan aktifitas manusia.
Sebelum orang Batak mengenal tokoh dewa-dewa orang India dan istilah “Debata”, sombaon yang paling besar orang Batak (kuno) disebut “Ompu Na Bolon” (Kakek/Nenek Yang Maha Besar). Ompu Nabolon (pada awalnya) bukan salah satu dewa atau tuhan tetapi dia adalah yang telah dahulu dilahirkan sebagai nenek moyang orang Batak yang memiliki kemampuan luar biasa dan juga menciptakan adat bagi manusia.
Tetapi setelah masuknya kepercayaan dan istilah luar khususnya agama Hindu; Ompu Nabolon ini dijadikan sebagai dewa yang dipuja orang Batak kuno sebagai nenek/kakek yang memiliki kemampuan luar biasa. Untuk menekankan bahwa “Ompu Nabolon” ini sebagai kakek/nenek yang terdahulu dan yang pertama menciptakan adat bagi manusia, Ompu Nabolon menjadi “Mula Jadi Nabolon” atau “Tuan Mula Jadi Nabolon”. Karena kata Tuan, Mula, Jadi berarti yang dihormati, pertama dan yang diciptakan merupakan kata-kata asing yang belum pernah dikenal oleh orang Batak kuno. Selanjutnya untuk menegaskan pendewaan bahwa Ompu Nabolon atau Mula Jadi Nabolon adalah salah satu dewa terbesar orang Batak ditambahkanlah di depan Nabolon atau Mula Jadi Nabolon itu kata ‘Debata’ yang berarti dewa (jamak) sehingga menjadi “Debata Mula Jadi Nabolon”.[8]


[1] Bernhard Loise, Pengatar Sejarah Dogma Kristen,(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008), hlm.87.
[2] Lih. https://togapardede.wordpress.com/2013/05/24/parmalim-adalah-bagian-dari-budaya-batak-2/, diambil hari kamis, 14 September 2017, pukul.17.00 WITA.
[3] Saut Sirat, Politik Kristen di Indonesia, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004), hlm. 94.
[4]  Op. cit, hlm. 100-105.
[5]  Op. cit, hlm.106-109
[6] Op. cit, hlm.109-110
[7] Adhi T, Perjalanan Spritualitas seorang Kristen Sekuler, (Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2008), hlm.14.
[8] Lih.http://siraitmargaku.blogspot.co.id/2013/01/malim-agama-batak-tempo-doeloe.html, diambil hari, Kamis, 14 September 2017, pukul 20.15 WITA.